Music On Net

Kamis, 12 Juni 2008

30 Second To Mars


Album: A Beautiful Life
Artis: 30 Seconds To Mars

Setelah debut self-titled album mereka di tahun 2002, 30 Seconds to Mars kini kembali dengan album kedua, A Beautiful Lie. Dan satu hal yang bisa disimpulkan dari album ini: Whoa, what a scream, Mr. Leto!

Bagi yang belum tahu, 30 Seconds To Mars adalah grup musik bentukan Jared Leto. Bagi yang belum ngeh, Jared Leto adalah aktor yang pernah membintangi 15-an film, di antaranya Requiem for A Dream, Urban Legend dan Alexander.

Ketidakberuntungan yang pernah menimpa beberapa aktor yang coba-coba banting stir ke musik (Keanu Reeves, Russel Crowe dan Bruce Willis) rupanya tidak menyurutkan langkah Leto untuk menjajal kemampuan bermusiknya. Pada tahun 1998, bersama kakaknya, Shannon, 30 Seconds To Mars diawali dari proyek keluarga. Matt Wachter kemudian bergabung sebagai basis dan kerboardis. Setelah beberapa kali berganti gitaris, akhirnya Tomo Milicevic – fans berat mereka yang mengikuti perjalanan karir bermusik mereka dengan setia – direkrut menjadi gitaris tetap.

Pada tahun 2002, debut album mereka dirilis. Mendapat review yang pro-kontra, album ini hanya mampu mencapai 100.000 copy. Album kedua mereka, A Beautiful Lie, dirilis pada tanggal 30 Agustus 2005. Album ini diproduksi oleh Josh Abraham, yang juga merupakan nama penting di balik album Orgy, Velvet Underground dan Linkin Park. Menariknya, penyempurnaan album ini dilakukan di lima negara berbeda, sekaligus memberi kesempatan pada karir film Jared.

Sejauh ini, ada 3 hits yang berasal dari album A Beautiful Lie: Attack, The Kill dan From Yesterday. Yang menarik perhatian dari 30 Seconds To Mars adalah video musiknya. Entah karena label bintang film yang melekat pada Jared, video-video musik band ini selalu di-set mirip film, lengkap dengan credit title di akhir video. Video musik From Yesterday, misalnya, berdurasi cukup fantastis (15 menit!) dengan latar belakang kerajaan Cina – cukup mengingatkan pada film kolosal-nya Zang Yimou, Curse of The Golden Flower.

Lalu bagaimana dengan musiknya sendiri? Well, yang jelas, musik 30 Seconds to Mars bukan musik untuk semua orang. Dianggap bergenre modern-rock oleh beberapa orang, Jared menyebut album ini sebagai “story of life, death, pain, joy and passion”. Cukup menarik, karena tidak ada perbedaan yang cukup signifikan antara lagu yang satu dengan yang lain. Artinya, bila boleh jujur, semua lagu di album ini terdengar sama, jeritan Jared Leto sebagai vokalis (merangkap posisi gitar dan syn) pun tidak membuatnya terdengar lebih baik. But very powerful scream, by the way.

Tidak bisa dipungkiri, sosok Jared Leto lah yang membuat album ini terlihat penting. Namun bagi yang suka dengan sound-sound seperti ini, tentunya riff-riff gitar Tomo Milicevic, ulikan bass Matt Watcher dan gebukan drum Shannon Leto pun tak bisa dianggap sebelah mata.
posted by Dexde at 23.26

0 Comments:

Posting Komentar

<< Home